Tentang Kami

Gallery

Agus Paterson Sarumaha

Menyelesaikan studi formal sebagai Master of Business Administration serta Sarjana Teknik Informatika, juga menyelesaikan pendidikan Microfinance pada Card Bank melalui pendekatan dan metodologi Village Bank di Kamboja dan Grameen Bank di San Pablo, Manila. Pelatihan yang pernah diikuti diantaranya adalah teknik Delinquency untuk Microfinance performance yang dilaksanakan oleh CGAP (Consultative Group to Assist the Poorest). Selain berpengalaman dalam penerapan replikasi kedua metodologi tersebut, juga expertise dalam pengembangan Microfinance, Sistem Informasi dan Teknologi serta Penyusunan Standard Operasional dan Prosedur berbasis ISO 9000. Aktif menulis berbagai artikel mengenai ekonomi dan pariwisata, dan pernah bekerja sebagai konsultan ekonomi dan usaha BRR Distrik Nias (Agustus – Desember 2007). Aktif dalam pengembangan sistem informasi, Sistem yang sudah dikembangkan :

1. Village Bank, telah diimplementasikan pada beberapa BPR di Jawa Tengah dan JawaTimur.

2 Grameen Bank, telah diimplementasikan pada beberapa BPR di Jabotabek

3. Microfinance Integrated 2000 Software, telah dipresentasikan pada World Bank dan

diimplementasikan pada berbagai wilayah di Indonesia

4. Integrated Banking System Software, telah diimplementasikan pada berbagai BPR di Indonesia

5. Integrated Banking System Syariah Sofware, diimplementasikan pada BPR Syariah di Jabotabek

Standard Operasional dan Prosedur yang sudah dikembangkan :

1. SOP Bank Perkreditan Rakyat pada berbagai wilayah di Indonesia

2. SOP BPR Syariah pada wilayah Jabotabek

3. Membangun Rating System untuk keperluan World Bank dalam menilai financial indicators Lembaga Keuangan Mikro.

Maharani Pande

Merupakan praktisi Lembaga Keuangan Mikro – Bank Perkreditan Rakyat, aktif sebagai Komisaris salah satu Bank Perkreditan Rakyat di Gianyar, dan juga menjabat Corporate Financial Officer (CFO) pada beberapa unit hotel di Bali yang bernaung dalam satu grup. Menyelesaikan program studi Magister Manajemen Universitas Indonesia pada konsentrasi keuangan. Juga mengikuti berbagai pelatihan mengenai Microfinance, Delinquency Tehcniques, serta Credit Rating pada Lembaga Keuangan Mikro. Selain itu aktif sebagai praktisi perhotelan dan pengembangan pariwisata Bali dan menulis berbagai artikel mengenai pariwisata.

Standard Operasional dan Prosedur yang sudah dikembangkan :

1. SOP Bank Perkreditan Rakyat pada berbagai wilayah di Indonesia

2. SOP BPR Syariah pada wilayah Jabotabek

6 Comments Add your own

  • 1. Pandri Prawoto  |  Juni 26, 2008 at 10:14 am

    Dengan hormat,
    Bersama ini kami menyampaikan minat untuk mendapat penjelasan lebih lanjut tentang SOP BPR dan ISO 9000 kealamat kami di :
    PT BPR Lestari Darmo Mulyo.
    Jl. Brigjen Katamso 19 Yogyakarta 55121
    Telp. 0274379008
    Fax. 0274111835
    Terima kasih.

    Balas
  • 2. Heri Purwanto  |  Juli 2, 2008 at 6:19 am

    Begini pak saya bekerja sebagai SPI klo di perbankan adalah SKAI namun karena di BPR saya ingin tau dan bagaimana membuat sistem serta SOP. karena saya bergabung di bpr belum ada SOP.
    apakah bapak punya tulisan atau kiat membuat sop?
    bagaimana cara membuat sop yang baik?
    adakah contoh sop yang baku untuk bahan saya dalam memnuat sop.
    terima kasih

    Balas
  • 3. apmaha  |  Oktober 11, 2008 at 7:56 pm

    Buat Pak Pandri Prawoto,
    Terima kasih atas responnya bapak, mengenai SOP merupakan standard prosedur kerja yang telah baku dalam satu perusahaan, content dari SOP tersebut dimulai dari organisasi perusahaan, fungsi jabatan, kebijakan, dokumen pendukung, prosedur kegiatan, yang dituangkan dalam narasi maupun flow diagram.

    Salam,

    Agus Paterson

    Balas
  • 4. apmaha  |  Oktober 11, 2008 at 8:11 pm

    Buat Pak Heru Purwanto,
    Terima kasih atas responnya bapak. Barikut ini saya uraikan secara gamblang pembuatan SOP.

    Langkah I : Siapkan Struktur Organisasi
    Siapkan tugas dan tanggung jawab masing-masing
    karyawan dan pimpinan
    Siapkan dokumen2 pendukung SOP

    Langkah II : Desainlah SOP menurut departemen masing-masing
    Desain SOP dengan metode Tabel, susun naarasi
    dengan kalimat-kalimat pendek tetapi jelas maknanya
    Susun Flow Diagam masing-masing kegiatan

    Langkah III Simulasikan SOP terlebih dahulu sebelum di
    gunakan, dengan tujuan apakah masih ada input dari
    karyawan atau pimpinan dalam menjalankan SOP
    tersebut, bila sudah final, tinggal diterapkan.

    Nah sampai disini dulu penjelasan singkat saya, semoga bermanfaat.

    Salam,

    Agus Paterson

    Balas
  • 5. shinta  |  Mei 8, 2009 at 2:24 am

    Siang Pak, saya mohon sekali bantuannya.
    Sekarang saya bekerja di sebuah BPR yang baru dibentuk dan belum mempunyai SOP, saya mohon bantuannya panduan membuat SOP dan kalau Bapak tidak keberatan mohon contoh SOP yang sudah jadi untuk menjadi panduan bagi saya menyusun SOP. terimakasih banyak sebelumnya.

    Balas
  • 6. apmaha  |  Mei 8, 2009 at 7:45 am

    Jika anda ingin mengembangkan SOP BPR anda, mulai lah dari struktur organisasi yang ada, dengan komposisinya seperti apa, misal :
    Dari Direksi
    Bagian / Departemen
    Seksie
    Jabatan/Posisi

    apabila struktur organisasi sudah jelas, tinggal di urai jenis-jenis pekerjaannya, contoh: Permohonan Kredit :
    Dijelaskan apa fungsi dan kegunaan pekerjaan tersebut, dalam menguraikan kalimat SOP, diusahakan kalimat-kalimat tunggal, supaya tidak menimbulkan tafsir/persepsi yang keliru, kemudian alur dokumennya jelas, siapa yang melaksanakan dan bagaimana langkah2nya, serta berapa waktu penyelesaiannya.
    Buatlah sesimple mungkin .
    Demkian penjelasannya, semoga bermanfaat.

    Agus P

    Balas

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed