Archive for Desember, 2007

Kemajuan Pariwisata Nias dan Multiplier Effect yang Diberikan

Oleh : Agus Paterson Sarumaha 

 “Pariwisata sudah menjadi Globalisasi Industri terbesar di dunia”, demikian ungkapan John Naisbitt dalam bukunya “Global Paradox” dan juga penulis The New York Times No.1 best-seller “Megatrends 2000”. Sebagai penyumbang bagi ekonomi global, turisme (pariwisata) tidak ada tandingannya :

·        Turisme memperkerjakan 204 juta orang diseluruh dunia, atau satu dari tiap sembilan pekerja, 10,6 persen dari angkatan kerja global.

·        Turisme adalah penyumbang ekonomi terkemuka di dunia menghasilkan 10,2 persen produk  nasional bruto dunia.

·        Turisme adalah produsen terkemuka untuk pendapatan pajak sebesar $655 miliar.

·        Turisme adalah industri terbesar di dunia dalam hal keluaran bruto mendekati $3,4 trilliun.

·        Turisme merupakan 10,9 persen dari semua belanja konsumen, 10,7 persen dari semua investasi modal, dan 6,9 persen dari semua belanja pemerintah. “Dalam Abad ke-21”, ujar Geoffrey Lipman, Presiden dari World Travel & Tourism Council, “Akan ada gelombang pelancong Asia di pasar-pasar seluruh dunia, dan Negara-negara Asia akan menjadi tempat tujuan pelancong yang utama.”.  

Mengambil Peluang 

Berdasarkan pernyataan diatas dapat diprediksikan bahwa Sektor Pariwisata di masa yang akan datang akan sangat menjanjikan untuk tumbuh dan berkembang, khususnya di Pulau Nias yang kita cintai ini. Melihat besarnya proporsi yang dapat disumbangkan dari sektor pariwisata terhadap pendapatan bruto daerah, maka sudah seyogyanya peluang tersebut kita ambil. Industri pariwisata merupakan industri multi komponen, mulai dari hospitality (hotel dan fasilitasnya), transportasi, akomodasi, agen perjalanan, sampai dengan berbagai usaha yang menunjang kegiatan pariwisata itu sendiri. Oleh sebab itu akan dapat membuka banyak sekali kesempatan kerja dan peluang usaha bagi masyarakat Nias. 

Benchmarking 

Ketika Jepang mengalami kekalahan pada perang dunia II terhadap tentara Sekutu dengan jatuhnya bom atom di Nagasaki dan Hirosima, Jepang menyerah tanpa syarat, dan tentara Sekutu mengambil alih pemerintahan Jepang dengan mengutus Jenderal MacArthur dari AS sebagai pengendali pemerintahan Jepang. Beliau memegang peranan yang cukup besar dalam bangkitnya ekonomi Jepang secara pesat dan mengagumkan setelah menderita kekalahan perang. MacArthur memberikan kesempatan kepada rakyat Jepang untuk mengirimkan para pelajar Jepang ke AS guna menimba ilmu dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan, yang salah satunya adalah bidang “Rekayasa Industri”. Setelah menyelesaikan pendidikan di Negara Paman Sam tersebut, para intelektualnya mulai merekayasa industri-industri yang telah diciptakan oleh AS dan Eropa dengan cara “Benchmarking”, atau membedah dan mencontoh suatu produk kemudian merekayasanya dengan inovasi terbaru, sehingga produk tersebut dapat memberikan hasil yang lebih baik daripada produk asal. Cara ini memberikan hasil yang optimal, tetapi biaya yang dikeluarkan rendah, karena tidak lagi diperlukan “Riset awal” sehingga biaya riset dapat ditekan. Sebagai hasilnya kita telah dapat melihat sampai detik ini bahwa Jepang merupakan salah satu Negara Industri termaju dan terkaya di dunia. Bercermin dari Success story diatas dalam rangka membentuk Pariwisata Nias, kita dapat menerapkan strategi Jepang, dengan cara Benchmarking pada industri pariwisata Bali yang merupakan salah satu  tempat wisata terbaik di dunia. Mengapa Bali yang dipilih ? Bali merupakan bagian wilayah NKRI, sehingga kita tidak perlu mengeluarkan biaya tinggi untuk datang ke Bali, selain itu karakterisitik potensi sumber daya pariwisata Nias serupa dengan karakteristik pariwisata Bali, yang mengembangkan wisata bahari, wisata seni, dan budaya serta berbagai kegiatan penunjang pariwisata seperti wisata outbond (petualangan), dimana bentuk ini sangat cocok untuk diterapkan untuk membangun Pariwisata Nias.      

Value Creating 

Untuk dapat menerapkan pola atau bentuk pariwisata Nias seperti di atas, terlebih dahulu kita harus membuat suatu konsep nilai yang nantinya akan menambah daya jual pariwisata Nias. Pembentukan konsep nilai tersebut dilakukan melalui suatu proses Value Creating, yang terdiri dari komponen-komponen sebagai berikut :  

 Characters Building,   Skill Transformation, Local Government Role, Infrastructure,   Competitive Advantage, Integrated Marketing Concept 

Characters Building

 Sebagaimana artikel yang telah dipublikasikan pada situs NiasIsland.com “Ono Niha Menyikapi Masa Depan” oleh Bapak Masthias J Daeli bahwa “Keberanian untuk merasa optimis berdasar keyakinan bahwa yang pertama dan utama yang merubah nasib sendiri adalah diri sendiri”, maka kehidupan selalu ditandai dengan perubahan, dan perubahan memberikan harapan. Makna tersebut sudah selayaknya kita renungkan serta kita hayati apabila kita mau mengubah nasib sendiri serta mau maju.  Seperti apa yang dimuat pada Harian Suara Karya, 1 April 1985, dalam buku “Menanti Kemakmuran Negeri”, Kumpulan Esai tentang Pembangunan Sosial Ekonomi Indonesia oleh Burhanuddin Abdullah (Gubernur Bank Indonesia saat ini), menyatakan bahwa ciri-ciri orang maju adalah : 1.     Selalu siap dengan pengalaman baru dan terbuka terhadap inovasi dan perubahan.2.     Memiliki pendapat tentang banyak hal dan masalah, serta menyadari adanya perbedaan pendapat.3.     Memiliki apresiasi terhadap waktu, terutama tentang kekinian dan masa depan.4.     Selalu berorientasi pada dan terlibat dengan perencanaan.5.     Percaya bahwa sesuatu bisa dipelajari.6.      Percaya bahwa “dunia” ini bisa dihitung.7.      Menekankan pada pentingnya harga diri.8.     Lebih percaya pada Ilmu dan Teknologi serta sangat yakin terhadap distribusi keadilan yang didasarkan pada kontribusi kerja dari pada hal-hal lain.  Berpedoman dari makna diatas sebaiknya kita harus berubah dengan cara menghilangkan segala sikap-sikap yang bersifat negatif, seperti tidak percaya diri, saling hujat, reaktif, tertutup, serta feodalisme.  Sebaliknya kita bangun sifat “Percaya Diri”; “Berpikir positif”; “Berdialog dengan pola Brainstorming untuk mencari solusi”; “Berkomunikasi dengan Santun”; “Terbuka dan mau menerima segala hal yang bersifat membangun”; “Mengaktualisasikan diri secara terus menerus agar dapat selalu berinovasi serta beradaptasi terhadap perubahan, kemajuan, dan teknologi kekinian”; “Mau menerima perbedaan”; serta “Peduli antar sesama umat manusia”.  Character Building ini akan menjadi satu ingatan (memorial experience) bagi wisatawan ketika berkunjung ke pulau Nias, bahwa mereka merasa aman, nyaman serta damai dan tenteram, sehingga akan timbul keinginan mereka untuk dapat mengulangi kembali memorial experience yang menyenangkan itu dengan kunjungannya ke Pulau Nias. 

Skill Transformation  

Seiring dengan perkembangan dan pertumbuhan sektor pariwisata pada suatu kawasan, maka tidak dipungkiri bahwa terdapat kemungkinan adanya kesenjangan sosial ekonomi, yang disebabkan oleh minimnya pengetahuan dalam inovasi dan keterampilan untuk  membuat suatu produk serta memasarkannya. Tentunya masyarakat Nias tidak mau menjadi penonton akan tetapi harus dapat menjadi “Sutradara” serta “Pemeran Utama”  dalam menumbuhkembangkan sektor pariwisatanya. Berpijak pada apa yang yang telah diutarakan di atas, maka Skill Transformation (Transformasi keterampilan) harus dilakukan dalam berbagai “Lini Pekerjaan” maupun “Profesi” sebagai penunjang kegiatan pariwisata. Sebagai contoh, keterampilan pematung dan pemahat  akan sangat dibutuhkan untuk dapat mereplikasi segala benda-benda peninggalan sejarah nenek moyang Nias, kemudian membuatnya menjadi produk cinderamata dan souvenir dari Nias yang dapat dijual kepada wisatawan, sehingga tidak lagi memperjualbelikan benda-benda pusaka yang asli yang seharusnya menjadi warisan bagi anak cucu masyarakat Nias dari generasi ke generasi, agar jati diri mereka sebagai orang Nias dapat ditanamkan sejak kecil tanpa harus belajar dari luar negeri dimana pada saat ini koleksi pusaka Nias yang asli banyak disimpan pada museum-museum di Eropa. Hal – hal yang juga sangat penting dalam membentuk keterampilan dan keahlian masyarakat adalah kemauan serta kemampuan untuk berkomunikasi dalam bahasa asing, paling tidak bahasa Inggris, agar dapat menjalin hubungan yang baik dengan wisatawan asing yang berkunjung dan berbelanja di Nias. Selain itu, faktor keterampilan pelayanan yang akan diberikan kepada wisatawan juga harus disempurnakan dalam rangka memberikan jasa pelayanan yang prima.

Local Government Role  

Peranan Pemerintah Daerah Nias SANGAT dibutuhkan dalam memajukan pariwisata Nias, melalui pembuatan Peraturan Daerah (PERDA), dimana Pemda Nias berkewajiban untuk mengeluarkan Perda yang mengutamakan kepentingan warga Nias dalam mengelola assetnya dan mempermudahkan birokrasi perijinan; bersikap fleksibel dalam menarik investor (tentunya dengan memperjuangkan kepentingan warga Nias) guna membangun industri pariwisata Nias; menganggarkan Dana Alokasi Umumnya sesuai dengan proporsi; menjalin kerjasama pengadaaan sarana, prasarana serta promosi, baik antar pemerintah maupun non pemerintah (swasta), sehingga dengan dukungan tersebut para investor tertarik untuk menanamkan modalnya dalam industri pariwisata Nias.   

Infrastructure 

Ketika saya melakukan perjalanan ke Medan, sesampainya di bandara Polonia, saya bertanya kepada petugas bandara, tentang jadwal keberangkatan pesawat ke Nias. Petugas tersebut dengan tersenyum-senyum menyampaikan bahwa, “Keberangkatan pesawat ke Nias tidak setiap hari”, dan petugas itu juga mengutarakan bahwa jadwal keberangkatan itu tergantung apabila “Memungkinkan untuk Berangkat”, yang menyiratkan “tergantung jumlah penumpangnya”. Ini merupakan suatu realita yang menunjukkan bahwa permintaan terhadap penerbangan ke Nias masih sangat minim, terbatas hanya pada kalangan wisatawan yang pernah berkunjung sebelumnya seperti para peselancar, budayawan dan peneliti antopologi, selain masyarakat Nias perantauan, dan orang-orang yang harus datang ke Nias dalam rangka tugas. Lebih jauh lagi, penalaran tadi juga menyiratkan bahwa tidak banyak orang yang pergi ke Nias dalam rangka memenuhi rasa keingintahuannya tentang Nias. Kemungkinannya, lebih banyak lagi orang yang samasekali tidak mengetahui potensi pariwisata, situs – situs peninggalan bersejarah, serta panorama alam yang menakjubkan yang terdapat di Nias. Hal ini merupakan akibat dari minimnya informasi dan infrastruktur yang ada, baik transportasi laut maupun udara, Pelabuhan Udara, Pelabuhan Laut, sarana jalan raya serta sarana akses menuju tempat-tempat wisata. Selain itu, pembangunan sarana hotel dan guest house khusus bagi pelancong (backpackers), perlu ditata. Kesediaan seluruh masyarakat Nias untuk menerima pendatang dengan tangan terbuka sangat diperlukan untuk mendorong para investor dalam membangun infrastruktur industri pariwisata Nias. 

Competitive Advantage 

Pada dasarnya keunggulan kompetitif pariwisata Nias adalah sesuatu yang dimiliki oleh Nias, namun tidak dimiliki dan tidak dapat ditiru oleh kawasan pariwisata lainnya yang menjadi pesaing dari Nias. Pembentukan suatu merek dagang pada pariwisata Nias (Brand Tourism) merupakan salah satu kunci keberhasilan promosi pariwisata Nias. Saat ini, yang dapat dikategorikan sebagai komponen keunggulan kompetitif pariwisata Nias, antara lain :1.     Situs peninggalan Megalitikum.2.     Kehidupan adat istiadat masyarakat Nias ( rumah adat, ritual, budaya, bahasa, dll).3.     Kondisi alam Nias. 

Integrated Marketing Concept 

Pariwisata Nias tidak akan tumbuh dan berkembang tanpa adanya partisipasi aktif dari segenap komponen masyarakat dalam melakukan pembentukan produk barang dan jasa pariwisata, promosi pariwisata, channel distribusi penjualan pariwisata Nias, serta pembangunan dan pembenahan obyek wisata Nias. Hal-hal tersebut membutuhkan ketersediaan informasi yang lengkap dan memadai baik bagi wisatawan yang akan berkunjung, maupun pelaku usaha pariwisata yang ada. Pelayanan informasi mengenai berbagai hal terkait dengan kepariwisataan Nias, sebaiknya dilakukan secara terpadu dengan menggunakan konsep pelayanan satu atap.

*) Tulisan ini sudah pernah dipublikasikan pada www.niasonline.com

Add comment Desember 24, 2007

Konsep Pelayanan Satu Atap dalam Meletakkan Pondasi Pariwisata Nias

Oleh : A. Paterson Sarumaha, Co-Writer: Maharani Pande

Salah satu faktor keberhasilan Bali dalam mempertahankan posisinya sebagai icon pariwisata dunia adalah kerjasama yang terpadu dan saling mendukung antara pemda dengan pelaku usaha, tokoh masyarakat, serta stakeholders yang berkepentingan dalam membangun pariwisatanya. Sebagai ilustrasi, di desa Ubud, tokoh masyarakatnya sangat berperan dalam membangun konsep pariwisata yang akhirnya dikenal sebagai desa wisata budaya. Sosialisasi wisata Ubud dimotori langsung oleh raja Ubud dengan disponsori oleh Pemda dan pengusaha sekitarnya. Berbagai event digelar secara reguler, misalnya atraksi tari Kecak, tari Legong, hingga sendratari berbau mistis dengan lakon Calonarang. Selain atraksi tari, Ubud juga menyuguhkan berbagai kegiatan yang unik untuk wisatawan, seperti belajar melukis dan memahat, kursus singkat membatik, dan yang tidak kalah menariknya adalah kesempatan bagi tamu hotel untuk ikut serta menanam padi di sawah. Masyarakat Bali pada umumnya sangat terbuka pada pendatang. Mereka memperbolehkan wisatawan datang dan ikut serta dalam pawai pada prosesi berbagai upacara adat di Bali, seperti Ngaben (upacara pembakaran jenazah), Melasti (prosesi penyucian diri dan perangkat upacara ke laut, yang biasanya dilakukan sebelum hari raya Nyepi) dan lain-lain.

Bercermin dari Bali, dalam usaha untuk membangun Nias menjadi tujuan pariwisata Indonesia bagian Barat, maka konsep pemasaran terpadu dapat diterapkan di Nias dengan membentuk suatu badan pengelolah pariwisata Nias (Nias Tourism Board).

Pembentukan Nias Tourism Board

Badan ini dapat berdiri di bawah naungan kedua Pemda Nias, dan beranggotakan selain dari aparat pemerintahan, tokoh masyarakat, maupun pelaku usaha pariwisata, serta professional yang memiliki kapasitas dalam mengembangkan pariwisata. Tujuan pembentukan Nias Tourism Board adalah untuk melakukan sosialisasi, pengenalan, dan promosi pariwisata Nias; serta memberikan layanan satu atap mengenai informasi yang menyangkut kepariwisataan Nias. Guna mencapai tujuannya, Nias Tourism Board menerapkan metode pengendalian mutu terpadu (Total Quality Management/TQM) yaitu merencanakan, melakukan, memeriksa, serta melaksanakan (Plan-Do-Check-Action / PDCA) seluruh obyek dan potensi pariwisata Nias, melalui suatu proses Komunikasi Pasar Terpadu (Integrated Marketing Communication) yang meliputi : Advertising (Iklan), berupa symbol dan logo, billboard, brosur, bulletin, video dan CD-Rom; Sales Promotion (Promosi Penjualan), misalnya pameran dagang dan pariwisata, program festival, pesta kesenian, roadshow, dll; Public Relations (Humas), dengan melakukan lobi pada sponsor, calon investor, serta antar pemerintah daerah lain, menjalin hubungan kerjasama dengan media massa, maskapai penerbangan, agen perjalanan, dll; Personal Selling (Tenaga Penjualan), dengan melakukan presentasi dan meeting pada saat event pameran pariwisata; Direct Marketing (Pemasaran langsung), melalui internet, catalog, atau telemarketing.Platform Pemasaran Pariwisata Nias : 4P (Product, Price, Place, Promotion) —> Segmenting —> Targeting —> Positioning

Positioning merupakan suatu langkah memposisikan pariwisata Nias pada pasar, yang menunjukkan seperti apa dan bagaimana pariwisata Nias itu ingin dikenal, misalnya “Pariwisata Nias adalah Surga bagi Peselancar”; “The Ancient Megalith of Nias”; “Nias, The Baby Island of Indonesia”; “Nias, The Nurture Island”; “Nias, the Island of Surfing”; “Nias, Wonderful Island”; ”Nias, Wanderer Island”; “Nias, the Door of Indonesia’s Blessing”; *).

Dalam menentukan brand pariwisata dan melakukan positioning terhadap brand tersebut, sebelumnya Nias Tourism Board melakukan segmentasi dan target pasar. Target pasar pariwisata Nias diperoleh dengan menentukan proporsi pangsa pasar terbesar berdasarkan segmentasi pasar. Segmentasi pasar pariwisata Nias pada dasarnya adalah pengkotakan konsumen potensial bagi pariwisata Nias, yang dikelompokkan misalnya, berdasarkan usia; penghasilan; tujuan kedatangan ke Nias, apakah kedatangannya ke Nias dalam rangka berlibur atau perjalanan bisnis; dan lainnya. Penentuan segmentasi pasar dilakukan melalui proses bauran pemasaran, yang terdiri dari : Penentuan Produk Pariwisata, misalnya wisata bahari, maupun wisata budaya, Penentuan Harga. Oleh sebab pariwisata merupakan suatu produk jasa, maka penentuan harga (pricing) dilakukan atas dasar nilai dan manfaat (value dan benefit) yang ditawarkan. Penentuan saluran distribusi Dalam hal ini ditekankan bahwa sangat diperlukan kerjasama antara Nias Tourism Board dan Pemda dengan pihak-pihak yang memiliki kemampuan untuk menjual pariwisata Nias. Sebagai contoh, kerjasama dengan Pemda lain (Bali, Daerah Istimewa Yogyakarta/DIY) guna menjadikan Nias sebagai tandem destination (agar Nias juga menjadi destinasi dalam satu rancangan paket wisata yang diselenggarakan oleh daerah lain). Selain melalui kerjasama antar Pemda, Nias Tourism Board juga dapat bekerjasama dengan agen perjalanan, maskapai penerbangan, dan maskapai pelayaran, untuk membuat rancangan paket pariwisata Nias. Penentuan kegiatan promosi pariwisata yang akan dilakukan, dengan mengikuti berbagai event promosi pariwisata, seperti Pasar Pariwisata Indonesia (PPI), dan promosi lain baik di tingkat nasional maupun internasional.

Sistem Informasi Pariwisata Nias

Pariwisata tanpa didukung dengan adanya sistem informasi yang handal akan sangat timpang. Informasi yang akurat akan menjadi suatu kekuatan (Strength) bagi kemajuan pariwisata Nias. Ketersediaan layanan informasi merupakan tanggung jawab bersama antara Nias Tourism Board dengan Pemda Nias. Informasi yang lengkap diwujudkan ke dalam suatu database pariwisata Nias yang meliputi Profil Daerah / Obyek Wisata, Regulasi Pemerintah, Jumlah kunjungan wisatawan, Produk Jasa Penunjang, Produk Kerajinan, Transportasi (Darat, Laut, Udara) serta jadwal keberangkatan masing-masing, Hotel, Biro Perjalanan Wisata, Informasi mengenai hasil alam Nias, dan lain-lain. Nias Tourism Board diharapkan dapat menjadi pusat informasi pariwisata Nias dan memberikan pelayanan akses informasi baik bagi calon wisatawan yang akan berkunjung, maupun pelaku serta pengusaha dalam industri pariwisata. Selain berfungsi dalam menyediakan informasi, system informasi ini juga dapat sebagai tools (alat ukur) dalam mengevaluasi kinerja pencapaian atas rencana kerja Nias Tourism Board.

Peranan Pemda dan Tokoh Masyarakat

Peran Pemda Nias sebagai motor penggerak dan kolektor informasi mutlak diperlukan karena Pemda Niaslah yang memiliki kewenangan dan sumber daya untuk membentuk Nias Tourism Board. Selain itu, partisipasi tokoh masyarakat yang disegani oleh masyarakat juga merupakan faktor keberhasilan pemberdayaan Nias Tourism Board. Satu hal yang patut menjadi cerminan bagi kita masyarakat “Ono Niha” adalah, kemajuan pariwisata Nias akan sangat bergantung kepada tingkat kesiapan kita dalam menerima pendatang dan tamu dengan tangan terbuka dan tanpa prasangka. Pariwisata merupakan industri jasa yang rentan terhadap issue, sehingga keberhasilan maupun kegagalan pembangunan pariwisata Nias menjadi tanggung jawab kita bersama. Faktor keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan adalah kunci keberhasilan kemajuan pariwisata, sehingga apabila wisatawan merasa aman dan nyaman selama berkunjung ke Nias, tentunya akan lebih banyak dollar yang dibelanjakan. Dengan demikian kemajuan pariwisata Nias akan tercapai, sejalan dengan peningkatan pendapatan masyarakat, yang menghasilkan multiplier effect dalam perekonomian Ono Niha.

*) Berbagai brand pariwisata Nias diperoleh dari masukan ide-ide brilian dari saudara-saudara Ono Niha yang tertuang dalam Kese-Kese No. 898 mengenai Brand Pariwisata Nias

*) Tulisan ini sudah pernah dipublikasikan pada www.niasisland.com

2 comments Desember 24, 2007


Tulisan Terakhir

Komentar Terakhir

apmaha di Tentang Kami
shinta di Tentang Kami
andreas iswinarto di Krisis Keuangan AS, Masyarakat…
apmaha di Tentang Kami
apmaha di Tentang Kami

Kategori

Arsip

 

Desember 2007
S S R K J S M
    Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31